PELATIHAN DOKUMENTASI-INFORMASI PDII-LIPI TAHUN 2014

By on February 13, 2014

Kepada Yth. Pengunjung Website PDII-LIPI

Pada tahun 2014, PDII-LIPI menyelenggarakan pelatihan-pelatihan tentang dokumentasi dan informasi. Beberapa materi pelatihan yang diselenggarakan sebagai berikut.

PENERBITAN MAJALAH ILMIAH

Majalah ilmiah adalah sumber informasi penting bagi dosen, peneliti, atau ilmuwan karena informasinya selalu baru (mutakhir) dan artikel dalam jurnal ilmiah diseleksi oleh redaksi bekerjasama dengan mitra bestari sebelum diterbitkan. Mitra bestari adalah pakar yang menelaah metode keilmuan, kebenaran dan orisinalitas artikel yang diajukan. Selain itu, jurnal ilmiah juga dianggap sebagai sarana komunikasi formal antarilmuan. Standar tentang penampilan majalah ilmiah antara lain memuat ketentuan – ketentuan mengenai tata cara penulisan dan penempatan unsur-unsur yang seharusnya ada dan sebaiknya ada dalam sebuah majalah ilmiah. Standar yang berkaitan dengan penampilan majalah ilmiah di tingkat nasional adalah SNI-19-1950-1990, yang mengacu pada standar internasional ISO 8-1977.

MEMBANGUN JURNAL ELEKTERONIK

Publikasi ilmiah saat ini sedang mengalami perubahan besar, akibat terjadinya transisi dari format penerbitan cetak ke format elektronik. Diakui saat ini, bahwa dengan jurnal elektronik pemaparan hasil riset menjadi mudah diakses siapapun, kapan saja dan dimana saja, lebih cepat dan efisien. Di samping itu, proses penerbitan lebih cepat, biaya penerbitan dan pengelolaan lebih murah, distribusi lebih cepat, dan jurnal lebih dikenal masyarakat. Jurnal elektronik juga dapat meningkatkan citra, reputasi, promosi, kredibilitas, dan penghargaan baik bagi institusi maupun penulis. Memperluas target audiens pembaca dan memudahkan mereka untuk mengakses jurnal dengan biaya murah bahkan gratis. Jurnal elektronik memiliki kemampuan antara lain: ditemukan cepat melalui search engine, mudah untuk dihubungkan (linking) dengan artikel lain, material pendukung dapat ditambahkan, dan pengguna artikel dapat dihitung dengan mudah (article impact).

KEMASAN INFORMASI

Kemasan Informasi adalah kumpulan berbagai informasi yang dianalisis berdasarkan kebutuhan pengguna dan disajikan dalam berbagai jenis kemasan, baik tercetak maupun digital. Kemasan informasi umumnya disajikan secara khusus dalam format yang sesuai sehingga sangat efektif untuk pembaca yang sibuk, tetapi tetap dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang menjadi minatnya. Kemasan Informasi yang dibuat harus selalu berkembang sesuai dengan segmen pasar yang dituju. Untuk itu, pengelola informasi juga harus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan untuk mengemas informasi.

PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA

Limpahan cahaya dan kelembapan alam di Indonesia menyuburkan pertumbuhan serangga dan jasad biota lainnya. Kondisi alam ini pun mempermudah pelapukan bahan perpustakaan, baik secara kimiawi maupun biologi. Padahal, melestarikan bahan pustaka sama halnya dengan melestarikan warisan intelektual umat manusia yang terkandung dalam dokumen. Kegiatan pelestarian bahan perpustakaan dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan akses sehingga generasi mendatang masih dapat mengakses informasi yang didokumentasikan. Kegiatan ini mencakup pemeliharaan atau perbaikan koleksi perpustakaan, seperti dokumen dan record, film, video, dan media komputer, melalui kajian, diagnosis, perlakuan, dan pencegahan terhadap pelapukan dan kerusakan. Peserta akan diperkenalkan cara melestarikan bahan perpustakaan yang efektif, di antaranya peran teknologi baru dalam pelestarian. Kita sadar, bahwa kegiatan pelestarian itu penting, di tengah kondisi alam lingkungan dan finansial yang tidak menguntungkan. Sudahkah anda melaksanakan program pelestarian bahan pustaka? Jika sudah melaksanakannya, apakah Anda ingin program ini dilaksanakan secara lebih efektif? Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII-LIPI) menawarkan program pelestarian bahan perpustakaan khusus untuk lembaga Anda. Program ini dirancang untuk para manajer menengah dan staf perpustakaan, museum, dan pusat arsip. Program ini juga bermanfaat bagi mereka yang berprofesi sebagai filolog, arsiparis atau sejarawan. Pelatihan ini merupakan penggabungan antara ceramah, diskusi, dan latihan kelompok kecil selama tiga hari dengan panduan praktis dan dilengkapi sarana pendukung.

PUBLIKASI KARYA ILMIAH ERA DIGITAL

Ketentuan Dirjen Dikti yang mewajibkan mahasiswa menulis dan memublikasikannya dalam jurnal ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan bagi S-1, S-2, dan S-3 merupakan salah satu bukti bahwa menulis dan memublikasikan tulisan ke jurnal ilmiah menjadi suatu hal yang penting. Publikasi ilmiah saat ini sedang mengalami perubahan besar. Perubahan ini muncul akibat transisi dari format penerbitan cetak ke arah format elektronik, yang memiliki model berbeda dengan pola sebelumnya. Tren umum yang berjalan sekarang telah membuka akses terhadap jurnal ilmiah secara elektronik. Perkembangan ini harus diiringi dengan ketersediaan artikel yang memadai. Untuk itu, dibutuhkan keterampilan dalam hal penulisan ilmiah. Penulisan ilmiah menuntut adanya keterampilan khusus karena disamping harus mengumpulkan dan menganalisis data menggunakan metode ilmiah juga menyajikannya dalam bentuk tulisan. Bahasa dalam karya ilmiah pun dituntut lugas/harfiah makna kata-katanya. Pelatihan Publikasi Karya Ilmiah Era Digital akan menyajikan sejumlah prinsip retorika yang mampu memperjelas komunikasi tanpa menepiskan kaidah keilmuan.

PELAYANAN REFERENSI

Kehadiran Web 2.0/Library 2.0 pada tahun 2007 berakibat pada perubahan pelayanan referensi terutama aspek yang terkait dengan tren dan inovasi. Pelayanan refrensi jarak jauh menjadi penting, dengan memanfaatkan e-learning, peralatan mobile, pesan singkat, jejaring sosial dsb. Perkembangan ini menuntut peran dan fungsi pustakawan referensi, yaitu membimbing dan membantu pemustaka dalam memilih sumber informasi yang tepat, serta mempromosikan perpustakaan. Oleh karena itu, peserta pelatihan perlu mengetahui jenis pemustaka, mampu berinteraksi dengan mereka secara tatap muka maupun maya. Strategi memberikan informasi, mengetahui sumber informasi yang ada di web, termasuk mamnfaatkan indeks, tajuk subjek, dan kata kunci untuk menelusur informasi tentu memerlukan pengetahuan tentang subjek, sumber referensi, dan sumber informasi sains, sosial, dan humaniora. Sumber informasi ini dapat berbentuk ensiklopedia, almanak, kamus, gazetters, dan berbagai macam terbitan pemerintah.

PEMBUATAN ABSTRAK DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS

Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini menyebabkan mudahnya mencari informasi baik bagi yang ilmiah maupun yang non ilmiah. Kemudahan memperoleh informasi memberi dampak banyaknya informasi yang harus diseleksi agar sesuai dengan kebutuhan. Fenomena ini membuat pencari informasi menginginkan kemudahan, kecepatan dan aktualitas informasi yang diperoleh. Untuk itu diperlukan informasi dalam bentuk abstrak guna menelaah dan menyeleksi informasi yang benar-benar dibutuhkan. Abstrak dikenal sebagai salah satu sumber informasi yang dapat membantu pencari informasi menemukan kembali informasi secara efektif dan efisien.

Informasi Sekretariat di:

Subbidang Kerjasama, Bidang Sarana Teknis PDII LIPI

Kompleks LIPI Gedung A Lt. VI Jl. Jend. Gatot Subroto 10, Jakarta 12710

Telp. 021-5733465; Fax: 021-5733467

E-mail: kerjasama_pdii@yahoo.co.id, kerjasama@dev.pdii.lipi.go.id/web

http://pdii.lipi.go.id

Hubungi:

Rahmat Alam, HP: 081287267819

Gatot Wibowo, HP: 082113775122

Donna Revilia, HP: 085624744628

Pendaftaran bisa dilakukan via SMS

Formulir pendaftaran, jadwal pelatihan, dan brosur-brosur pelatihan di atas, dapat di-download di: Agenda Pelatihan PDII-LIPI 2014

One Comment

  1. husniarti

    March 22, 2014 at 10:24 am

    kapan pendaftaran pelatihan dokumentasi informasi untuk penerbitan majalah ilmiah

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>