Perkembangan Open Access Jurnal Ilmiah Indonesia

By on January 8, 2015

Open-access-21Lukman, Ekawati Marlina, Ratih Keumalasari, Al Hafiz Akbar, dan Slamet Riyanto

Abstrak :

Perkembangan jurnal ilmiah dengan sistem terbuka (open access) di Indonesia cukup pesat, terlebih lagi sejak diberlakukannya regulasi pemerintah, dalam hal ini Dikti yang mewajibkan mahasiswa S1, S2 hingga S3 untuk menulis artikel di jurnal ilmiah sebagai salah satu prasyarat kelulusan. Selain itu kesadaran para penerbit terkait masih rendahnya sitiran artikel jurnal ilmiah di Indonesia ikut mendorong meningkatnya animo penerbit menerbitkan artikel ilmiah mereka secara elektronik. Sebagian besar aplikasi yang digunakan dalam sistem penerbitan jurnal ilmiah terbuka secara elektronik di Indonesia menggunakan Open journal system (OJS) yang dikembangkan oleh Public Knowledge Project. Sistem tersebut telah diterjemahkan oleh tim di PDII-LIPI ke dalam versi Indonesia. Salah satu kelebihan OJS adalah adanya fasilitas interoperabilitas yang memudahkan untuk memanen (harvest) data oleh portal yang melakukan harvester sehingga visibilitas dan aksesibilitas jurnal dapat lebih mudah dan luas yang berdampak pada peningkatan sitasi, impact factor serta mengangkat hasil penelitian yang dituangkan dalam jurnal.

Kendala implementasi OJS, salah satunya adalah manajemen penerbitan secara elektronik yang belum sepenuhnya dilaksanakan, baik oleh penulis, penerbit maupun mitra bestari (reviewer). Dengan kata lain sebagian besar penerbitan jurnal secara elektronik di Indonesia saat ini baru mendigitalkan dari jurnal versi cetak menjadi on-line. Oleh karena itu diperlukan proses pelatihan dan pembiasaan dari penerbit, penulis maupun mitra bestari dalam menerbitkan jurnal secara elektronik. Selain itu, penerbit jurnal ilmiah Indonesia sebagian besar belum memiliki nomor Digital Object Identifier (DOI) dan belum terdaftar di lembaga pengindeks seperti google scholar, DOAJ, Scopus, Thomson. Hal ini disebabkan tingkat pemahaman penerbit dan persyaratan yang belum dapat dipenuhi oleh penerbit jurnal. Sebagai akibatnya indeks sitasi penerbitan jurnal ilmiah Indonesia masih rendah. Paradigma perubahan pola penerbitan dari jurnal cetak menjadi elektronik harus diimbangi dengan regulasi yang menentukan bahwa instrumen akreditasi jurnal ilmiah cetak harus segera disesuaikan menjadi instrumen berbasis elektronik oleh lembaga akreditasi, dalam hal ini Dikti dan LIPI.

Kata Kunci: Open Access Journal, E-Journal, E-Publishing System, Interoperability

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>