villa di puncak

villa bali

Persepsi Kepala Perpustakaan dan Pustakawan di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Terhadap Sertifikasi Profesi Pustakawan

Wahid Nashihuddin December 19, 2011 0

Oleh; Ir. Rochani nani rahayu, M.Si., Drs. Tupan, dan Wahid nashihuddin, SIP.

Fokus penelitian ini adalah persepsi dari para Kepala Perpustakaan dan Pustakawan di Lingkungan BPAD Provinsi dalam menanggapi persiapan pelaksanaan program sertifikasi profesi pustakawan di Indonesia. Agar data yang diperoleh lebih fokus, peneliti mendasarkan penggalian informasinya melalui persepsi informan yang terkait dengan pengertian sertifikasi, tujuan sertifikasi, fungsi sertifikasi, manfaat sertifikasi, jenis sertifikasi, prosedur sertifikasi, lembaga sertifikasi, upaya persiapan sertifikasi, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam persiapan sertifikasi pustakawan.

Jenis penelitian adalah kualitatif eksploratif, yang dianalisis dengan pendekatan kualitatif model analisis Miles and Huberman. Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu tujuan umum dan khusus. Adapun tujuan umum penelitian adalah untuk mengetahui persepsi para Kepala Perpustakaan dan Pustakawan di Lingkungan BPAD Provinsi terhadap persiapan program sertifikasi profesi pustakawan. Sedangkan, tujuan khusus penelitian adalah; 1) Memahami konsep dasar dari pengertian sertifikasi pustakawan; 2) Memahami tujuan diselenggarakannya program sertifikasi pustakawan; 3) Memahami fungsi dari sertifikasi profesi yang sudah diterima pustakawan; 4) Memahami manfaat dari program sertifikasi pustakawan; 5) Mengetahui jenis-jenis sertifikat profesi yang akan diberikan kepada pustakawan; 6) Memahami prosedur untuk mendapatkan sertifikasi pustakawan; 7) Mengetahui lembaga yang bertanggung jawab untuk melaksanakan sertifikasi pustakawan; 8) Mengetahui upaya pustakawan dan pemerintah dalam mempersiapkan program sertifikasi pustakawan; 9) Mengetahui kendala-kendala yang akan dihadapi oleh pustakawan dan pemerintah dalam melaksanakan program sertifikasi.

Dalam pengumpulan data di lapangan, peneliti menggunakan teknik atau metode wawancara mendalam (deep interview) dengan menggunakan perangkat pedoman wawancara (guide interview) dan MP3 Recorder. Metode dan perangkat tersebut digunakan untuk menggali dan merekam informasi yang diperoleh dari persepesi para informan penelitian. Informan penelitian ini adalah para Kepala Perpustakaan dan Pustakawan yang berada di Lingkungan BPAD Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Adapun jumlah informan penelitian sebanyak 23 orang, yang terdiri dari Kepala Perpustakaan atau perwakilannya (6 orang) dan pustakawan (17 orang).

Hasil dari penelitian adalah para informan menyatakan “setuju” dengan rencana program sertifikasi pustakawan yang akan dilaksanakan di Indonesia. Dengan harapan mendapatkan tunjangan sertifiksi minimal sebesar satu kali gaji  pokok dan melekat di gaji.  Prosedur sertifikasi yang akan dilaksanakan jangan terlalu rumit dan biaya dibebankan kepada pemerintah. Upaya yang harus segera dilakukan pemerintah yaitu melakukan sosialisasi secara menyeluruh ke berbagai daerah di Indonesia, menerbitkan PP tentang Sertifikasi Pustakawan, serta membentuk lembaga sertifikasi profesi pustakawan.

Kata kunci:  Sertifikasi Pustakawan, Profesi Pustakawan

Share on TwitterShare via email



Leave A Response »

http://invite4job.com