Hasil Temuan Baru Bidang Teknologi Siswa SMK, Tidak Membuat Ciut Nyali Peneliti LIPI

Mashur February 8, 2012 0

Berita mengenai mobil buatan anak negeri, kini banyak dibicarakan orang. Mobil baru karya anak SMK ini memang cukup membanggakan. Selain harganya yang murah, rancangan dan interior mobil itu tidak kalah menariknya dengan mobil produksi dari negara matahari terbit (Jepang) ataupun dari negara Eropa. Delapan puluh persen bahan baku komponen mobil dihasilkan di dalam negeri. Kiat Esemka itulah nama yang diberikan untuk mobil buatan anak negeri ini. Desain interior cukup menarik selain itu mesinnya yang berkapasitas 1500 cc cukup baik dan bersuara halus. Harga penjualan yang ditawarkan per unitnya untuk Kiat Esemka sekitar Rp. 95.000.000,-.Dengan spesifikasi AC dual zone, power steering, central lock, system audio dengan CD, tempat duduk yang nyaman, dan ditambah pula dengan sensor parker. Untuk awal penampilan mobil Kiat Esemka hasil karya SMK Solo, boleh dikatakan cukup lengkap dan menarik, serta kompetitif dalam harga pasar mobil di dalam negeri.

Bukan hanya di Solo saja, SMK di Makassar, Sulawesi Selatan juga mempunyai kemampuan untuk membuat mobil, yang diberi nama MOKO. Nama Moko itu merupakan singkatan dari Mobil Toko. Ada 4 jenis kendaraan yang berhasil dibuat oleh anak-anak SMK Makassar yaitu, MOKO, N1, RINDRA, DAN TETA yang bibuat di Balai logam di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Makassar. MOKO memang dirancang dan dibuat untuk angkutan industri kecil di tingkat pedesaaan. Hampir sebagian besar (80%) komponen dari MOKO dibuat sendiri, kecuali mesin yang masih bergantung dari Negara China.

Siswa-siswa SMKN 8 Bandung, jalan Kliningan, juga tak mau ketinggalan. Anak SMKN 8 ini juga berhasil membuat kendaraan yang diberi nama Buggy Car. Rencananya hasi karya anak bangsa ini akan dibeli oleh Dinas Perhubungan Kota dan Pemda Bandung, yang akan digunakan untuk operasional mobil Patroli Satpol PP.

Tidak sampai di situ saja, anak-anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), “selain telah menghasilkan karya pembuatan mobil, baik bermerek Kiat Asemka, MOKO dll, juga mereka telah mampu merakit dan membuat komputer, serta Laptop”, ujar Staf Khusus Mendikbud bidang Komunikasi dan Media, Sukemi pada hari selasa 3 Januari 2012. Kecanggihan laptop dan komputer buatan siswa-siswa SMK Indonesia itu tidak kalah dengan Laptop buatan paberik, Sukemi menambahkan.

Laptop hasil karya siswa-siswa SMK ini menggunakan 80% komponen dalam negeri, dan sebagian lagi (20%) masih menggunakan komponen dari luar negeri. Dalam pembuatan Laptop ini mereka bekerjasama dengan vendor, yang nantinya merek laptop keluaran siswa Esemka bernama Lenovo Esemka.

Sehubungan dengan gencarnya berita-berita di media elektronik dan media cetak, tentang ilmu terapan teknologi yang telah dihasilkan oleh siswa-siswa SMK, baik dalam bidang otomotif dan eletronik, paling tidak memojokkan nama LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) sebagai lembaga tertua di Indonesia. Sebenarnya LIPI telah menggelar hasil temuan-temuan penelitiannya selama 2 tahun belakangan ini. Hasil-hasil penelitian yang di pamerkan bukan hanya sebatas bidang science, tetapi juga ilmu-ilmu teknologi terapan dll. “Kami ingin menunjukkan bahwa kami tidak hanya mengeluh tentang kenaikan gaji saja, tetapi kami bekerja keras untuk dapat menghasilkan sesuatu yang berguna bagi bangsa dan Negara ini” ujar Ketua LIPI Lukman Hakim.

Salah satu temuan baru ilmu terapan yang dikembangkan oleh LIPI adalah, Mobil Robotik Hankam REV-11. Robotik ini diciptakan untuk menjawab tantangan yang selama ini robot yang digunakan oleh Gegana untuk menjinakkan Bom adalah buatan luar negeri. “Kita mencoba menciptakan robot penjinak bom sendiri, jadi tidak perlu lagi membeli robot dari luar negeri yang tergolong mahal” ujar Peneliti LIPI bidang mekatronik , Rony Permana.

Mobil robotik ciptaan LIPI ini mirip dengan kendaran tank kecil, terbuat dari bahan duralium yang mirip dengan alumunium, tetapi struktur bahan lebih kuat serta tahan akan panas. Robotik ini dilengkapi dengan tangan penjepit pengangkut atau gripper, yang mempunyai fungsi membawa paket bom ke tempat yang aman untuk kemudian diledakkan sesuai dengan Standar Operasional Presedur (SOP) dari tim Gegana Polri. Kekuatan daya angkut robotik untuk mengangkat bom seberat 5 Kg.
Dalam pengoperasian robitik menggunakan remote control. Walau dalam jarak 1 km robotik masih dapat dikendalikan oleh operator. Dalam operasional di lapangan, Robotik ini dilengkapi dengan ban yang bisa menyesuaikan keadaan medan, baik di jalan berbatu, beraspal, atau jalan dengan sudut kemiringan mencapai 45 derajat. Untuk kecepatan jelajah maksimum, robotik berkisar 3m/det.

Dalam LIPI Expo, LIPI telah digelar hasil-hasil penelitian dari beberapa klaster yang terdiri dari, kelompok iptek untuk daerah ketahanan pangan, teknologi obat-obatan dan kesehatan, teknologi hijau, sumber daya alam, kebencanaan, keanekaragaman hayati, teknologi informasi dan komunikasi, pengujian standar mutu, energi, transfortasi, dan dinamika serta transformasi sosial. Pada awal pembukaan LIPI Expo, dipamerkan hasil kerja para peneliti LIPI berupa meat-milk pro yang dilakukan untuk mendukung program pencapaian daging dan susu. Di hari berikutnya dipamerkan pula temuan-temuan para peneliti LIPI seperti; antena PSM, Wimax, TV Digital, Data Logger, Tri Listrik, dan Pemantau infuse jarak jauh, Reaktor ozon pengelola limbah cair, Biotrik (biogas listrik), EFT (alat irit BBM) Genset, Instalasi pengelolaan air gambut, Ice krim tempe dan Pupuk organik cair.

LIPI (lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) merupakan lembaga penelitian yang tergolong paling terbaik di antara lembaga-lembaga yang ada di Indonesia. Walau dana yang diberikan oleh pemerintah sangat minim. “Kalau kita bicara mengenai sumber dana, LIPI masih terendah bila dibandingkan dengan sumber dana yang ada di lembaga-lembaga lainya” ucap Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Lukman Hakim. Di depan meja ruang konferensi pers, Kantor Wakil Presiden, Lukman Hakim mengungkapkan keprihatinannya atas dana anggaran penelitian di Indonesia. “Kalau membicarakan hubungan dengan masalah dana, LIPI tenggelam.” komentarnya tandas. Saat ini anggaran untuk LIPI berkisar 0,8 dari keseluruhan APBN atau sekitar Rp. 670 milliar kurang dari 1%. Anggaran tersebut terbagi dua yaitu, 40% untuk penelitian, dan 60% untuk anggaran rutin, seperti untuk gaji pegawai dll.

Sementara, dana untuk anggran riset di Indonesia secara keseluruhan hanya 0,03% dari produk domestik bruto Indonesia (PDB) yang diperkirakan mencapai Rp. 6.300 trilliun, atau ada pada urutan 16 di dunia. Lukman Hakim, menambahkan pada tahun 1980-1990, anggran LIPI pernah di atas 1% dari APBN. Pada era Menristek BJ Habibie, investasi dibidang keilmuan cukup signifikan. Setelah itu kembali turun pada era reformasi. Hal itu mungkin perhatian pemerintah terfokus pada masalah-masalah yang bersifat jangka pendek, seperti masalah HAM, keutuhan NKRI, dan lain-lainnya, dengan demikian penelitian IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) terpinggirkan.

Lembaga ILmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merupakan lembaga terbaik di seluruh Indonesia. Walau dalam kenyataannya mengalami keterbatasan dana yang diberikan oleh pemerintah, tetapi LIPI tetap harus bekerja dan berkarya untuk bangsa dan Negara di bidang riset ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan LIPI telah mentargetkan masuk dalam jajaran 100 besar lembaga riset terbaik di dunia.

http://bulletin bestlagu.com/mobile/

http://bataviase.co.id/node/

http://teknologitinggi.wordpress.com

Share on TwitterShare via email



Leave A Response »