food recipes

resep nasi goreng

menu makanan

resep kue

Jabatan Fungsional Arsiparis

Mashur April 24, 2012 3

Jabatan arsiparis dan pustakawan pada dasarnya memiliki tujuan yang sama dalam mengelola dan memberikan informasi tentang suatu dokumen. Akan tetapi ada perbedaan antara arsiparis dan pustakawan dalam menjalankan rutinitas tupoksinya. Tidak semua Arsip dapat dikentahui oleh umum, karena ada beberapa jenis arsip yang bersifat penting dan rahasia. Sedangkan pustakawan melakukan kegiatan rutinitasnya dengan merawat dan menyimpan buku-buku yang dipublikasikan untuk umum. Oleh karena itulah seorang yang memiliki jabatan arsiparis, harus bisa menjaga kerahasian dari arsip-arsip yang dikelolanya. Ada beberapa contoh arsip penting dan rahasia yang tidak semua orang boleh membaca dan mengetahui arsip-arsip yang bersifat politik, misal kasus Nasrudin yang melibatkan para petinggi Negara.

Per/3/M.PAN/3/2009. Bab/pasal1. Menerangkan tugas yang diemban seorang PNS yang memangku jabatan arsiparis adalah Jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggungjawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengelolaan arsip dan pembinaan kearsipan yang dipegangnya dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang.

Jabatan fungsional arsiparis bukanlah tempat buangan para PNS yang sudah stag pangkatnya, lalu mencoba meneruskan kariernya di jabatan tersebut agar bisa kembali melanjutkan naik pangkat kejenjang yang lebih tinggi. Akan tetapi menjadi fungsional arsiparis merupakan pilihan bagi semua PNS yang ingin mengembangkan kemandirian karier untuk meraih dan mencapai puncak kepangkatan.

Untuk mendapatkan jenjang kepangkatan yang lebih tinggi maka dibutuhkan kerja keras seorang PNS dalam memberikan pelayanan, baik untuk umum maupun di instansinya yang disebut dengan proses pengumpulan angka kredit. Hal demikian akan mendorong PNS untuk lebih memacu dalam berkreasi dalam rangka peningkatan diri untuk memenuhi target angka kredit.

Rutinitas profesi jabatan fungsional arsiparis pada umumnya sama dengan para pegawai atau dosen, dokter, dokter gigi, apoteker yang mempunyai kode etik dalam menjungjung tinggi tugas dan tanggungjawab sesuai yang diamanatinya. Sedangkan untuk kelompok arsiparis ahli mereka dapat kesempatan untuk melakukan penelitian dan mengajar. Selain itu kalau dilihat dari penjelasan di atas, jelas terlihat apabila seorang menjadi fungsional arsiparis ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi PNS tersebut. Bagi mereka yang memiliki ijazah SLTA dapat naik pangkat sampai golongan III/d, sedangkan kalau di struktural PNS yang memiliki ijazah SLTA akan terhenti kenaikan pangkatnya pada jenjang golongan III/b, dengan catatan kenaikan pangkat setiap 4 tahun sekali. Sedangkan bagi PNS yang memiliki ijazah S1 dan tidak menjabat dapat terus naik pangkat/golongan sampai IV e dan kenaikan pangkat dapat dilakukan 2 tahun sekali plus kenaikan tunjangan.

Banyak para PNS merasa enggan menjadi fungsional arsiparis kerena, mereka takut menghadapi kesulitan dalam mengumpulkan angka kredit, akan tetapi kalau sudah tahu cara membuat dan mengumpukan angka kredit, maka masalah kesulitan yang ditakuti itu tidak ada, yang ada hanyalah bagaimana memacu diri kita untuk terus berkarya dan mengembangkan diri secara maksimal, dalam rangka pengabdian diri terhadap Bangsa dan Negara.

Jenjang dalam profesi fungsional arsiparis terbagi dalam beberapa kelas, Arsiparis tingkat terampil adalah, arsiparis dengan kualifikasi teknis atau penunjang profesional, yang pelaksanaan tugas dan fungsinya memenuhi persyaratan penguasaan pengetahuan teknis di bidang pengelolaan arsip dan pembinaan kearsipan. Sedangkan arsiparis tingkat ahli adalah, arsiparis dengan kualifikasi profesional yang pelaksanaan tugas dan fungsinya memenuhi persyaratan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pengelolaan arsip dan pembinaan mengenai kearsipan.
Kalau dalam Permenpan Nomor PER/3/M.PAN/3/2009, jabatan fungsional arsiparis yang hanya penenekannya untuk PNS saja, sedangkan dalam Undang-Undang No. 43 tahun 2009 tentang kearsipan adalah sbb; Arsiparis adalah seorang yang memiliki kompetensi di bidang kearsipan, yang diperoleh melalui pendidikan formal atau didapat dari diklat kearsipan, serta mempunyai fungsi, tugas dan tanggung jawab melaksanakan kegiatan kearsipan.

Seorang arsiparis di dalam struktur organisasi pemerintahan, termasuk dalam kelompok jabatan fungsional, seperti fungisonal pustakawan dan lain-lainnya. Jabatan fungsional merupakan suatu tawaran bagi PNS yang tidak dapat menduduki jabatan Struktural, dan kini mulai banyak yang ingin mendudukinya. Mengingat jabatan Struktural hanya dapat diisi oleh satu orang saja maka, sering menjadi ajang rebutan, dan pemenangnya adalah mereka-mereka yang memiliki kedekatan dengan para pimpinannya, dan hal itulah yang membedakannya dengan jabatan fungsioanal yang ada. Untuk itulah jika seorang PNS telah memilih jabatan fungsional, maka orang tersebut tidak perlu lagi memikirkan jabatan struktural yang hanya bisa diduduki oleh satu orang.

Mungkin umumnya para PNS belum begitu banyak tahu tentang jabatan fungsional arsiparis, serta keuntungan-untungan yang didapat. Di bawah ini ada beberapa penjelasan yang perlu diketahui oleh PNS di dalam menduduki jabatan fungsional arsiparis,
• Apabila Seorang PNS telah menjadi fungsional, tentu PNS itu tidak lagi sikut menyikut kepada PNS lainnya, untuk berusaha merebut jabatan struktural.
• PNS akan lebih profesional lagi di bidang pekerjaannya, dalam menangani arsip dan kearsipan.
• Kesempatan untuk naik pangkat pilihan 2 (dua) tahun sekali, dengan catatan angka kreditnya telah terpenuhi, dan penilaian DP3 atas namanya baik.
• Kesempatan untuk naik pangkat dengan pangkat dan golongan/ruang tertinggi juga sangat terbuka lebar.
• Akan mendapatkan tunjangan jabatan fungsional arsiparis (baca UU 43 tahun 2009 Tentang Kearsipan pasal. 30).
• Menurut informasi, proses penetapan bahwa batas usia pensiun jenjang jabatan arsiparis Madya-Utama 60 tahun.
• Dan masih banyak lagi keuntungan–untungan lainnya, apabila seseorang PNS menduduki jabatan fungsional arsiparis.
Bahan :

http://asmianastasia.blogspot.com/2011/06/jabatan-fungsional-arsiparis

http://kpad.purbalinggakab.go.id/berita/mengenal-profesi-arsiparis

Share on TwitterShare via email



3 Comments »

  1. Hary July 17, 2012 at 9:16 pm - Reply

    Informasi yang menarik, semoga dapat membantu para pegawai negeri sipil kita untuk lebih giat belajar dan bekerja..

  2. sri rezeki ningsih rahayu August 3, 2012 at 11:32 am - Reply

    Sya semakin yakin dan tdk ragu2 lagi menjadi seorang arsiparis…

  3. Goes Tiyar January 29, 2013 at 11:38 am - Reply

    Saya mau mengambil fungsional arsiparis, tetapi msh ada keraguan karena sepertinya memang mash dipandang sebelah mata dibandingkan fungsional yang lain. thanks infonya.

Leave A Response »