Sambutan Kepala PDII LIPI pada Lokakarya Nasional Kepustakawanan Indonesia

Mohamad Djaenudin September 6, 2012 0

 Sambutan Kepala PDII LIPI  pada Lokakarya Nasional Kepustakawanan Indonesia dengan Tema : Transformasi Kepustakawanan Indonesia dalam Era Akses Terbuka dan Munas II Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Jakarta, Widya Graha, 5-6 September 2012

Yang  kami hormati:

  1. Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Bapak Prof. Dr. Lukman Hakim
  2. Kepala Perpustakaan Nasional RI atau yang mewakili
  3. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Bapak Prof. Indrojono Soesilo
  4. Sekretaris Utama LIPI Bapak Dr. Djusman Sayuti
  5. Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia Pusat  atau yang mewakili
  6. Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI Ibu Dr. Fatimah Zulfah Padmadinata
  7. Kepala Pusdiklat PNRI
  8. Direktur Library Of Congress di Jakarta Dr. Willam Tuchrello
  9. Direktur  KITLV di Jakarta Dr. Roger Toll
  10. Kepala Kantor National Library Australia di Jakarta
  11. Bapak dan Ibu Kepala Satuan Kerja di LIPI
  12. Para Narasumber Lokakarya Nasional kepustakawanan
  13. Keluarga besar Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia
  14.  Para undangan dan hadirin lokakarya nasional kepustakawanan Indonesia

 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

 Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua,

 Pada kesempatan yang berbahagia, dan mudah-mudahan penuh berkah ini, marilah kita  mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT Tuhan YME karena kita masih diberi kesehatan, kekuatan, dan kesempatan sehingga kita dapat melaksanakan kegiatan lokakarya nasional di tempat ini.

 Bapak, dan Ibu, serta hadirin yang kami muliakan, 

 Mengawali sambutan pagi ini, masih dalam bulan Syawal dan suasana Idul Fitri, saya atas nama pribadi beserta keluarga besar PDII dan Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia mengucapkan Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.  Taqaballahu Minna Wa minkum, Semoga Allah Swt. menerima semua amalan dan ibadah kita.    

 Dalam rangka ulang tahun LIPI yang ke-45,  PDII juga ingin berpartisipasi dalam mewujudkan  kualitas dan kebersamaan dalam profesionalisme kepustakawanan Indonesia.   Pada hari ini PDII bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Nasional Kepustakawanan Indonesia dengan  tema “Transformasi kepustakawanan Indonesia dalam  era akses terbuka”.  Lokakarya nasional sekaligus Musyawarah Nasional ke-2 ISIPII  dilaksanakan selama dua hari, pada tangal 5-6 September 2012.  

 Tujuan lokakarya ini adalah memberikan sumbangan pemikiran bagi pengembangan ilmu perpustakaan dan informasi yang berlandaskan situasi dan kondisi Indonesia, dan menjalin kesinambungan dalam alih pengetahuan dari pustakawan generasi pendahulu kepada pustakawan generasi penerus. 

 Pada kesempatan ini, kami mohon Kepala LIPI Bapak Prof Dr. Lukman Hakim berkenan untuk memberikan pengarahan sekaligus membuka Lokakarya Nasional Kepustakawanan Indonesia.

Merupakan suatu kehormatan bagi kami Sesmenko Kesra, Bapak Prof. Dr. Indrojono  Soesilo, berkenan menjadi pembicara kunci untuk  memberikan masukan dan gagasan  melalui presentasinya  yang berjudul “Pandangan seorang ilmuwan senior terhadap perpustakaan dan kepustakawanan” .

 Lokakarya nasional ini merupakan hasil kerja sama PDII dengan ISIPII untuk yang kedua kalinya, lokakarya nasional pertama tahun 2011  menghasilkan prosiding dengan 18 makalah hasil penelitian para doktoral yang merupakan cermin state of the art penelitian ilmu perpustakaan dan informasi (IP&I) di Indonesia.  Makalah-makalah tersebut menunjukkan peta pemikiran dan kadar kepedulian para cendekiawan dan ilmuwan IP&I.

Prosiding  lokakarya nasional yang pertama, kami berikan kepada Bapak dan Ibu dalam bentuk CD tiga dimensi sebagai kit lokakarya hari ini.  Bagi Bapak dan Ibu yang menginginkan  prosiding lokakarya nasional pertama dalam bentuk cetak setebal 323 halaman dapat menghubungi bagian pameran PDII.

 Bapak dan Ibu yang kami hormati,

 Pada hari pertama lokakarya  ini akan menggunakan metode “Knowledge café”.   Metode ini digunakan karena tema kali ini berkaitan dengan transformasi.  Hal ini menunjukkan tema yang menuju suatu perubahan.  Diharapkan melalui metode ini akan terjadi knowledge sharing di antara narasumber dengan pembahas serta peserta lokakarya.  Pada sesi ini akan dipaparkan enam topik dengan  enam narasumber dari generasi pendahulu  dan enam pembahas yang mewakili generasi penerus.  Setiap café menyajikan satu topik, yaitu

  1. Kompetensi Riset Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang akan disampaikan Prof. Igif G. Prihanto dari LAPAN dengan pembahas Dr. Tri Margono  .
  2. Literasi Informasi Digital akan disampaikan oleh Prof. Sulistyo-Basuki, Ph.D dengan pembahas Bagus Ramdan dari Konsultas Perpustakaan Indonesia.
  3. Perpustakaan di Tengah Generasi Digital  Native akan disampaikan oleh Drs. Rosa Widyawan, M.A dengan pembahas M. Ario Farid  dari UI.
  4. Alih Informasi Konvensional ke Digital: Hybrid Library akan disampaikan oleh Bp Putu Laxman Pendit, Ph.D.  dengan pembahas Wien Muldian.
  5. Inisiatif Open Access Indonesia    akan disampaikan oleh Bp Agus Permadi, M.Sc. dengan  pembahas Ari Nugraha.
  6. Profesi Pustakawan: Sekilas Refleksi Pribadi  akan disampaikan oleh Bp Blasius Sudarsono, M.L.S. dengan pembahas Achmad Subhan .

Setiap café didampingi oleh fasilitator dan notulis.

Knowledge Café menjadi wadah untuk diskusi sehingga peserta memperoleh kesempatan mendengarkan dan berpartisipasi aktif dalam setiap café.      Setelah itu, lokakarya dilanjutkan dengan sesi un-conference, yaitu pengungkapan secara tertulis gagasan, pikiran, dan keinginan seluruh peserta yang tidak dapat disampaikan dalam kelompok diskusi.  Tujuan sesi un-conference adalah melengkapi dan menyempurnakan hasil pemikiran dan gagasan dari seluruh peserta yang berkaitan dengan topik-topik diskusi.

 Pada hari kedua besok pagi,  kami menghadirkan tiga narasumber yang tidak asing lagi, beliau adalah

 Prof. Dr. Eko Indrajid, seorang profesor ilmu komputer dan sistem informasi, yang memiliki master dari beberapa universitas salah satunya Harvard University, beberapa negara  dan  mengambil doktor bussiness administration dari  Filippines.

 Bapak Parni Hardi, wartawan senior yang tidak asing lagi karena pernah memimpin Republika dan lama berkarier di Kantor berita antara.

 Bapak Rene Suhardono  sebagai social entrepreneur dan public speaking di dunia pembinaan karir.  Beliau  sering tampil  di televisi dan menulis untuk Kompas hari sabtu.,

 Diharapkan, ketiga narasumber pada hari kedua akan  menginspirasi Bapak dan Ibu  yang hadir, khususnya para pustakawan sehingga akan meningkatkan profesionalisme kita dalam dunia kepustakawanan di Indonesia..

 Bapak, dan Ibu, serta hadirin yang kami hormati,

 Peserta lokakarya sampai dengan saat ini berjumlah 160 orang dan 40 undangan, yang terdiri atas pustakawan /petugas informasi dan  peneliti  dari Lembaga Pemerintah Kementrian dan NonKementrian, Dewan Perwakilan Daerah, Perguruan Tinggi, Badan dan kantor perpustakaan  Daerah, Perwakilan Kantor Lembaga Internasional di Jakarta, Kantor Media.

Jumlah ini di luar perkiraan kami panitia, sehingga metode knowledge café  yang semula peserta lokakarya akan bergerak dari satu café ke café yang lain, kami merubahnya menjadi nara sumber dan pembahas yang bergerak dan peserta tetap duduk pada tempatnya, sehingga  setiap peserta tetap akan memperoleh knowledge pada seluruh  topik yang ada pada café-café. 

 Pada akhir acara lokakarya nasional ini akan disampaikan  rumusan hasil lokakarya dan sekaligus ditutup oleh Ibu Deputi Jasa Ilmiah LIPI. 

 Akhir kata, kami penyelenggara lokakarya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada  

 Kepala LIPI Prof. Lukman Hakim, Bapak Profesor Indrojono Soesilo,  para pemrasaran/nara sumber,  para tamu undangan yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu, serta seluruh panitia baik dari PDII maupun dari ISIPII yang telah berpartisipasi aktif untuk acara ini. 

Kepada   hadirin kami mengucapkan terima kasih telah meluangkan waktu untuk mengikuti acara lokakarya ini dan selamat mengikuti lokakarya nasional.  Kami mohon maaf  apabila banyak kekurangan atau ada hal-hal yang kurang berkenan  bagi Bapak dan Ibu, sejak  persiapan dan selama penyelenggaraan lokakarya.

Kritik dan saran yang membangun untuk kegiatan lokakarya kami selanjutnya sangat kami harapkan.  Mudah-mudahan rencana kami menyelenggarakan lokakarya internasional tahun depan dapat terwujud.  Mohon doa dan  restu dari Bapak dan Ibu sekalian.

 Wassalamualaikum Wr. Wb.

Share on TwitterShare via email



Leave A Response »